As I Lay Dying ” guncang ” Jakarta

•November 30, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Penghujung tahun ini tampaknya menjadi eranya band-band bergenre metal. Seperti band metal asal San Diego, California, As I Lay Dying (AILD) yang akan unjuk gigi di Jakarta pada Kamis (27/11/2008).

Setelah sempat digosipkan AILD batal manggung di Indonesia, band yang berdiri pada 2000 itu akan hadir untuk memuaskan para penggila metal di Jakarta.

Band metalcore yang dicap mempunyai aliran white metal karena liriknya yang selalu bertema positif itu tampil dengan personel lengkap. Sebut saja, Tim Lambesis (vokalis), Jordan Mancino (drummer), Nick Hipa (gitar), dan Phil Sgrosso (gitar).

As I Lay Dying merupakan band yang cukup terkenal di scene metal dunia karena meraih beberapa prestasi. Salah satu yang cukup fenomenal adalah dengan dinominasikannya lagu Nothing Left dalam ajang Grammy Awards di tahun 2008.

Di tahun itu pula, band ini dianugrahi penghargaan San Diego Music Award. Sementara pada 2007, band ini memenangkan penghargaan Ultimate Metal God dari saluran TV musik terkenal di dunia MTV2.

Pihak penyelenggara yang mengundang AILD, Solucite Metal Concert, mematok harga tiket Rp275 ribu untuk konser yang akan digelar di Tenis Indoor Senayan pada pukul 20.00 WIB. Konser akan dibuka band metal asal Indonesia, Burgerkill.

Kolektiv”an KesT oNe

•November 25, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

JaNuari di tahun 2008 nanti. . . . . . .

Kest one akan mengadakan acara musik bertajuk ”GivE mE OUr SiCkneSS 2″

acara ini akan dilaksanakan tgl 25 januari 2008. . . . .

at HugO’s caFe SemArang. . . . . . . .

acara ini di isi oleh band-band indie semarang

“SoMeThinG AbOut Lola”,eDwOrd,InPaiN,ThrOats Of PaNiC,GoOd MoRniNg EveRyOne,MeDusa The MuRdeR,MyTh oF masSacrE,TNT,PaRanoIa,SeGaR X bUgaR X,Franco NerO,bRinG heR heAd tO AtheNa,Stright Out(jakarta),kIlLing Me InsiDe(jakarta),RaDio at mIdniGht(jogja),CruSial conflict(Surabaya),bUrger KiLL,DEAD VERTIKAL.

TIKET:

PRESALE Rp8000

on the Spot Rp10.000

Get one malboro 1 packs……..

The Black Dahlia Murder ” hajar ” Senayan

•November 25, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar
Album Terakhirnya Dahsyat

Setelah “dihajar” dengan musisi-musisi “ngebut” seperti SODOM, SUFFOCATION dan NAPALM DEATH, akhir tahun 2007. Jakarta kembali bergemuruh dengan kedatangan salah satu metalcore “ngeri” bernama THE BLACK DAHLIA MURDER. Band asal Michigan Amerika Serikat ini menggelar konsernya di Hall Basket, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Sabtu, 3 November 2007 silam.

Dalam konser bertajuk “THE BLACK DAHLIA MURDER : Nocturnal World Tour 2007” ini, MIPRO, promotor yang mendatangkan band ini menjual tiket seharga tribune : Rp 150.000,- dan festival : Rp 200.000,-. Bahkan , jumlah tiket penjualan masih kurang .

The Black Dahlia Murder merupakan band metalcore asal Waterford, Michigan yang namanya terinspirasi oleh pembunuhan Elizabeth Short pada tahun 1947.Mayat Elizabeth ‘ Black Dahlia’ Short ini konon ditemukan dalam kondisi termutilasi dan kasus pembunuhan ini tetap tak terungkap sampai sekarang dan menginspirasi berbagai buku, novel sampai film.

The Black Dahlia Murder dibentuk bulan Januari 2001 ketika gitaris Brian Eschbach bertemu dengan drummer lama mereka Cory Grady, yang memiliki konsep dasar dari musik death metal kemudian mereka merekrut vokalis *Trevor Strnad *lalu mereka mulai menulis lagu dan melakukan audisi untuk basis dan bergabunglah David Lock ke dalam lineup awal . Konsep asal dari musik Black Dahlia Murder konon amat sederhana dan kurang ‘menggigit’, sehingga dirasa perlu untuk menambah sentuhan lead guitar, maka mereka melakukan audisi lagi dan akhirnya bergabunglah seorang gitaris muda yang mengaku permainannya dipengaruhi oleh Mike Ammott dan Trey Azaghtoth, bernama John Kempainen.

Black Dahlia Murder mengambil konsep mirip seperti Shadows Fall dengan nuansa melodic death metal, namun lebih berani bereksplorasi ke wilayah Brutal Death metal atau bahkan ke ultra fast black metal ala Marduk. Konsep campursari ini membuat The Black Dahlia murder disebut sebut sebagai *newcomer *paling berbahaya dan berbakat.

Bila anda fans dari gothenburg sound ala In Flames, Soilwork dan sejenisnya, melodic pattern riffing guitar bisa anda temukan dimusik Black Dahlia Murder, dan bila anda fans dari Trey Azaghtoth, Erik Rutan, Hoffman Brothers dan lain-nya, anda bisa simak permainan lead guitar Brian Eschbach dan John Kempainen. Meskipun bukan *virtuoso *ala Herman Li, dll. Permainan duo-gitaris ini maut juga. Karakter Sound yang diambil oleh duo gitaris ini tidak jauh dari band Nu American Metal lain-nya yang mengandalkan karakter sound yang tebal dengan *mid-range* distorsi plus gain yang tinggi. Keduanya mengaku bahwa karakter sound yang diambil dipengaruhi dari band band seperti At the Gates, In Flames, Morbid Angel, Dissection, dan Carcass. So anda bisa membayangkan konsep musik apa yang mereka suguhkan pastinya bagi orang yang open minded .. bukan orang yang memandang rendah bagi kalangan lain yang berambut *miring *ini )

Dari ketukan drum, Black Dahlia Murder membuat konsep musik yang mencoba menggabungkan konsep blast beast groovy tech death metal *ala *Dying Fetus dan Misery Index dengan pattern black metal cepat ala Marduk maka tak heran jika Black Dahlia Murder sering bongkar pasang drummer dan bahkan sempat diperkuat oleh Kevin Talley ( Dying Fetus ) dan Tony Laureano (Dimmu Borgir, Nile, Angel Corpse, Malevolent Creation) untuk keperluan tour-nya.

Untuk vokal, ini yang amat berbeda dimana Nu American metal lainnya banyak bereksplorasi di vokal yang shrieking dan vokal normal biasa,Trevor Strnad memiliki karakter vokal deep growl / deep grunth ala Frank Mullen (vox Suffocation) digabung dengan low-pitch shrieking ala Mitch Harris (guitar / back vox – Napalm Death ). Karakter vokal ini terus menerus dikombinasikan di lagu lagu Black Dahlia Murder, sepintas mungkin mirip karakter vokal kombinasi Glenn Benton, tapi bila Benton lebih ke deep growl …sedangkan Trevor Strnad lebih *monstrous *..lebih mengerikan ..!!!! lebih cocok bermain di band brutal death metal .. :)

Metal Selalu Tersisih !

•November 1, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Metal ?

Mungkin untuk pecinta musik Indonesia hanyalah musik semrawut , tidak bisa didengar dan dinikmati .  Bahkan , di pasar musik Indonesia , tak ada musik Metal yang di pasarkan . Bagaimana bisa masuk pasar musik , untuk rekaman saja banyak pihak yang menolak .

Ada apa dengan pecinta musik Indonesia ?

Jika ditinjau dari pasar musik Indonesia , memang benar , Metal tidak akan pernah bisa laku di dalam pasaran . Namun , saat kita tinjau dari segi Internasional , Metal Indonesia sudah dinanti oleh dunia . Minat orang luar negeri lebih besar daripada dalam negeri . Tapi kenapa tak ada Produser yang berani ?

Padahal , jika sudah sukses di luar negeri , permusikan Indonesia bakal terangkat dan diakui dunia  . Pecinta musik Metal di Indonesia juga tak sedikit . Antusias mereka terhadap band Indie Metal sangat besar . Sayangnya , mereka hanya bisa mendengar lagu-lagu band kesukaan mereka hanya pada saat band mereka manggung . Haruskah Metal selalu tersisih ?

Contoh nyata bahwa Metal masih dicintai di Indonesia adalah Konser The Black Dahlia Murder setahun lalu  di Tennis Indoor Senayan . 25.000 tiket habis diborong oleh pecinta musik Indonesia . Acara yang dipromotori Java Musikindo itu sukses . Band Death Metal tersebut berhasil mengguncang Senayan . Lalu , kapan band Indonesia bisa seperti itu di luar negeri ?

Kalau hanya mengandalkan musik melo melulu , Musik Indonesia tak akan pernah maju .

Permusikan Indonesia

•Oktober 18, 2008 • 3 Komentar

Maju atau Hancur ?

Permusikan di Indonesia mulai berkembang . Banyak Band pendatang baru bermunculan . Bahkan , mereka berhasil menggeser band papan atas . Para Mixer Indonesia tak pernah sepi job . Dapur rekaman selalu ramai . Musik Indonesia mulai maju pesat .

Ini semua tak lepas dari peran para produser yang mencari potensi band-band baru dari jalur indie . Mulai dari pop , pop rock , bahkan rock pun berani diterjunkan ke dalam pasar musik . Herannya , para pecinta musik Indonesia sangat terbuka menerimanya .

Akan tetapi , tidak semua bisa menerimanya begitu saja . Ada banyak hal yang masih kurang pada band-band baru tersebut .  Musik mereka memang berkualitas dan sangat nyaman didengar . Namun , mereka datang dengan kemampuan yang pas-pasan . Mereka belum tahu seluk beluk tentang musik . Mereka hanya bermusik , mencipta lagu , dan berkreasi dengan kemampuan apa adanya . Tak sedikit dari mereka yang dicecal . Datang dengan kemampuan pas-pasan dan modal tampang yang menjual .

Kemajuan yang belumsetaraf dengan yang diharapkan . Mungkin ini memang bentuk kemajuan musik Indonesia , tapi mungkin juga ini pertanda akan hancurnya permusikan Indonesia , tak ada yang bisa menerka , hanya masa depan yang bisa menjawab .

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.